Tentang Kami

Penelitian ini berjudul CRC 990 / EFForTS. Penelitian ini merupakan kerjasama dua negara antara mitra konsorsium di Indonesia (Institut Pertanian Bogor, Universitas Jambi dan Universitas Tadulako) dengan Georg – August University of Goettingen (Germany) dalam menyelengarakan penelitian dasar dan perguruan tinggi. Tujuan utama dari penelitian adalah untuk membangun pengetahuan dalam fungsi-fungsi ekologi, social ekonomi dan keseimbangannya untuk melindungi dan menjaga fungsi-fungsi tersebut dalam waktu yang sama. Output penelitian ini adalah untuk pengembangan ilmu pengetahuan dasar dan publikasi international Pada Gambar 1 merupakan kerangka kerja projek penelitian CRC990/EFFORTS.

Gambar 1. Kerangka Kerja CRC 990/EFFORTS

Gambar 1. Kerangka Kerja CRC 990/EFFORTS

Penelitian saat ini merupakan penelitiaan tahap 1 (2012-2015). Berikut ini adalah rangkaian waktu penelitian tahap 1 (miles stone project):

  1. Projek dimulai: January 2012
  2. Kickoff meeting: Juni 2012
  3. Penelitian lapangan di Jambi: August 2012
  4. Pendanaan (tahap saat ini) akan berakhir: December 2015

Pendanaan berpotensial sampai dengan tahun 2023 (Jangka waktu)

Lokasi penelitian dilakukan di Provinsi Jambi, Sumatra. Lokasi penelitian mengambil tempat di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) dan Hutan Harapan Jambi, PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki). Lokasi penelitian disajikan pada Gambar 2a dan Gambar 2b serta Desain teknis plot dilapangan disajikan pada Gambar 3.

Gambar 2a. Lokasi plot penelitian CRC990/EFFORTS di TNDB, Jambi

Gambar 2a. Lokasi plot penelitian CRC990/EFFORTS di TNDB, Jambi

Gambar 2b. Lokasi plot penelitian CRC990/EFFORTS di Hutan Harapan               (PT REKI), Jambi

Gambar 2b. Lokasi plot penelitian CRC990/EFFORTS di Hutan Harapan
(PT REKI), Jambi

Setiap lahan (plot) yang akan digunakan untuk penelitian berukuran 50 m x 70 m (Gambar. 2). Sebagian besar dari lahan tersebut akan dibuat lahan inti (core plot) yang berukuran 50 m x 50 m dan di bagian tengahnya akan didirikan stasiun iklim (dengan ukuran 40 cm x 50 cm, dan tinggi 1.2 m). Di dalam lahan inti akan dibuat 5 petak kecil (subplots) yang masing-masing berukuran 5m x 5m. Lahan samping (ukuran 20 m x 50 m) merupakan lokasi penelitian yang menyebabkan gangguan terhadap kegiatan penelitian di lahan inti. Lahan samping ini akan dibagi menjadi dua, yaitu ½ bagian merupakan lahan pengambilan contoh (destructive sampling) dan ½ bagian lagi merupakan lahan untuk petak pengecualian (exclusion plots). Meskipun namanya desktruktif atau menyebabkan gangguan, namun penelitian di lahan samping ini dirancang untuk tidak merugikan atau mematikan pohon yang ada di dalam lokasi tersebut seperti karet dan kelapa sawit. Dalam petak pengecualian, beberapa peneliti akan membuat 4 petak dengan ukuran 5m x 6m lahan dan ditanami dengan tanaman pohon dan pekarangan, dimana lokasi tersebut memerlukan cahaya yang baik sehingga lokasinya bervariasi. Untuk tujuan orientasi, tanda yang berupa logam akan ditempatkan dalam kotak 10m x 10m (tanda merah pada Gambar 2), diberi tanda dengan lempengan aluminium. Selain itu, pohon yang memiliki diameter pada ketinggian 1.3 m lebih dari 10 cm akan diberi tanda dari aluminium, sehingga tidak merugikan pohon. Desain teknis plot dilapangan disajikan pada Gambar 3.

Gambar 3. Desain teknis plot percobaan di lapangan

Gambar 3. Desain teknis plot percobaan di lapangan

Urgent: Dibutuhkan SEGERA!LOWONGAN KERJA HINGGA 26 OKTOBER 2015 Office Assistence di kantor CRC 990/EFForTS yang ditempatkan di IPB -BOGOR, Lamaran dapat dikirimkan kepada alamat email : crcbogor@gwdg.de